Surabaya – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Kampus Surabaya. Pada Kompetisi Penelitian Mahasiswa Nasional (KPMN) 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), lima mahasiswa dari Kampus Surabaya berhasil meraih berbagai penghargaan bergengsi di tingkat nasional. Pencapaian ini menandai komitmen institusi terhadap pengembangan riset dan inovasi akademik yang berkelanjutan.
Gelaran kompetisi yang berlangsung pada 10-15 April 2026 di Jakarta menghadirkan lebih dari 300 karya penelitian dari berbagai universitas terkemuka se-Indonesia. Dari jumlah peserta yang sangat kompetitif tersebut, delegasi Kampus Surabaya berhasil menempatkan diri sebagai pemenang utama dalam kategori penelitian sains terapan, sekaligus meraih dua penghargaan juara harapan di kategori penelitian sosial humaniora.
Tim pemenang utama yang meraih gelar juara kategori sains terapan terdiri dari tiga mahasiswa: Nadia Kusuma Putri (24 tahun) dari Program Studi Teknik Kimia, Dimas Eka Prasetyo (23 tahun) dari Program Studi Teknik Lingkungan, dan Muhammad Rizki Hidayat (24 tahun) dari Program Studi Teknik Material. Ketiga mahasiswa berprestasi ini berhasil mengalahkan 47 peserta lainnya dengan penelitian berjudul “Pengembangan Material Biosorbent Berbasis Limbah Pertanian untuk Penyerapan Logam Berat di Perairan Pesisir.”
Penelitian mereka menggabungkan teori dasar dengan aplikasi praktis yang sangat relevan dengan permasalahan lingkungan Indonesia. Material inovatif yang mereka kembangkan mampu menyerap logam berat hingga 95 persen dengan biaya produksi yang jauh lebih ekonomis dibandingkan metode konvensional. Implikasi penelitian ini sangat besar, terutama bagi daerah-daerah pesisir di Indonesia yang menghadapi pencemaran logam berat akibat aktivitas industri dan pertambangan.
“Kami sangat bangga dengan dedikasi dan kerja keras tim ini. Penelitian mereka tidak hanya berhasil meraih pengakuan nasional, tetapi juga membawa manfaat nyata bagi solusi permasalahan lingkungan Indonesia,” kata Dr. Bambang Sutrisno, Rektor Kampus Surabaya, dalam konferensi pers yang digelar pada Rabu, 17 April 2026 di Aula Utama Rektorat.
Selain tim utama, Kampus Surabaya juga meraih prestasi gemilang melalui dua mahasiswa lainnya. Sinta Wijaya (22 tahun) dari Program Studi Ilmu Komunikasi meraih juara harapan I dalam kategori penelitian sosial humaniora dengan penelitian berjudul “Strategi Komunikasi Digital dalam Pemberdayaan Ekonomi Lokal di Era Pandemi.” Sementara itu, Fadhil Ahmad Rahman (23 tahun) dari Program Studi Pendidikan Sejarah meraih juara harapan II dengan penelitian “Preservasi Warisan Budaya Maritim Surabaya dalam Kurikulum Pendidikan Abad ke-21.”
Prestasi ini merupakan puncak dari perjalanan panjang tim peneliti dalam mengembangkan ide-ide kreatif dan inovatif. Nadia Kusuma Putri menjelaskan proses riset yang sangat intens dan menantang selama enam bulan terakhir. “Kami memulai penelitian ini sejak November 2025 dengan antusiasme tinggi untuk menemukan solusi konkret terhadap masalah pencemaran perairan. Proses pengembangan material melibatkan ratusan kali percobaan trial and error, namun tim tetap termotivasi,” ungkap Nadia dalam wawancara eksklusif pada Kamis pagi, 17 April 2026.
Dimas Eka Prasetyo menambahkan bahwa dukungan dari dosen pembimbing dan fasilitas laboratorium Kampus Surabaya sangat membantu kesuksesan penelitian mereka. “Kami dibimbing oleh Prof. Dr. Hariadi Wijaya, yang merupakan ahli di bidang material sains dan teknik lingkungan. Beliau memberikan arahan metodologi yang sangat komprehensif dan kritis, sehingga penelitian kami menjadi lebih solid dan terukur,” kata Dimas sambil tersenyum bangga.
Pencapaian mahasiswa Kampus Surabaya ini tidak lepas dari dukungan penuh institusi, khususnya melalui Program Beasiswa dan Dukungan Penelitian Mahasiswa (PBDPM) yang telah dialokasikan sejak tahun akademik 2024/2025. Program ini dirancang untuk memberikan dana riset, akses ke fasilitas laboratorium canggih, serta mentoring dari para dosen dan peneliti berpengalaman.
Prof. Dr. Eka Prasetiyo, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Penelitian, menerangkan strategi jangka panjang kampus dalam meningkatkan budaya riset di kalangan mahasiswa. “Kami percaya bahwa penelitian adalah jantung dari pengembangan akademik berkualitas. Melalui berbagai program insentif dan dukungan fasilitas, kami berusaha menginspirasi mahasiswa untuk tidak hanya menjadi konsumen ilmu pengetahuan, tetapi juga produsen pengetahuan baru yang bermanfaat bagi masyarakat,” jelas Prof. Eka dalam keterangan resmi kepada media pada Kamis, 17 April 2026.
Lebih lanjut, Rektor Bambang Sutrisno mengungkapkan ambisi besar Kampus Surabaya untuk terus meningkatkan kontribusi riset di tingkat nasional dan internasional. “Target kami di tahun 2026 adalah meningkatkan jumlah mahasiswa yang terlibat dalam penelitian berkualitas tinggi menjadi minimal 500 orang, dengan fokus pada penelitian yang memiliki dampak sosial dan ekonomi yang terukur. Prestasi yang diraih hari ini adalah bukti bahwa visi ini sangat mungkin untuk dicapai,” ujar Rektor dengan penuh keyakinan.
Direktur Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Kampus Surabaya, Dr. Hendra Kusuma, juga memberikan apresiasi tinggi terhadap pencapaian ini. “Kompetisi nasional seperti KPMN adalah salah satu barometer utama untuk mengevaluasi kualitas riset mahasiswa kami. Berhasil meraih lima penghargaan dari lebih dari 300 peserta menunjukkan bahwa standar akademik kami sudah setara dengan universitas-universitas terkemuka lainnya di Indonesia,” kata Hendra dengan bangga.
Dampak dari prestasi ini tidak hanya bersifat akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap pemecahan masalah-masalah sosial dan lingkungan. Penelitian tentang material biosorbent yang dikembangkan tim Nadia, Dimas, dan Rizki sudah mendapat perhatian dari beberapa industri tambang dan perusahaan pengolahan limbah. Beberapa di antaranya telah menunjukkan minat untuk mengimplementasikan hasil penelitian tersebut dalam operasional mereka.
Sementara itu, penelitian Sinta Wijaya tentang komunikasi digital untuk pemberdayaan ekonomi lokal juga mendapat respons positif dari berbagai organisasi masyarakat sipil dan pemerintah daerah. “Ada beberapa komunitas UKM yang tertarik untuk menerapkan strategi komunikasi digital yang kami rekomendasikan dalam penelitian ini. Ini menunjukkan bahwa riset bukan hanya sekadar teori, tetapi dapat langsung memberikan solusi praktis,” tutur Sinta dengan optimisme.
Kesuksesan mahasiswa Kampus Surabaya dalam kompetisi nasional ini juga menjadi momentum untuk merayakan budaya akademik yang sehat dan mendukung. Kampus telah merencanakan berbagai acara apresiasi, termasuk penghargaan uang tunai, sertifikat khusus, dan kesempatan mempublikasikan hasil penelitian di jurnal-jurnal nasional terakreditasi.
“Kami akan memberikan penghargaan finansial kepada semua mahasiswa pemenang sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan prestasi mereka. Selain itu, kami juga akan memfasilitasi publikasi hasil penelitian mereka di jurnal ilmiah nasional dan internasional, sehingga kontribusi akademik mereka mendapat pengakuan yang lebih luas,” tandas Prof. Eka Prasetiyo.
Mencerminkan semangat kolaborasi dan inovasi, Kampus Surabaya juga telah menetapkan target ambisius untuk tahun-tahun mendatang. Institusi berencana untuk meningkatkan alokasi dana penelitian mahasiswa sebesar 40 persen pada tahun 2027, sekaligus membangun pusat inovasi terpadu yang akan menghubungkan penelitian akademik dengan industri dan komunitas lokal.
Pencapaian yang telah diraih oleh mahasiswa Kampus Surabaya ini menjadi inspirasi bagi generasi penerus untuk terus berinovasi dan berdedikasi. Melalui penelitian berkualitas, mahasiswa tidak hanya membuktikan kemampuan akademik mereka, tetapi juga menunjukkan komitmen untuk berkontribusi pada pembangunan bangsa melalui solusi-solusi inovatif dan berkelanjutan.
Sebagai penutup, keberhasilan delegasi Kampus Surabaya di Kompetisi Penelitian Mahasiswa Nasional 2026 membuktikan bahwa institusi ini telah berhasil membangun ekosistem akademik yang mendorong riset berkualitas tinggi. Dengan dukungan berkelanjutan dari pimpinan kampus, dosen-dosen berpengalaman, fasilitas laboratorium yang memadai, dan semangat tinggi mahasiswa, Kampus Surabaya siap untuk terus memberikan kontribusi bagi kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
Catatan Editor: Kampus Surabaya merupakan institusi pendidikan tinggi yang memiliki reputasi kuat di bidang penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan. Dengan lebih dari 15,000 mahasiswa aktif dan 800 dosen, kampus ini terus berinovasi untuk menjadi pusat pembelajaran dan riset yang unggul di tingkat nasional dan regional.
—
Penulis: Tim Jurnalistik Kampus
Tanggal: 17 April 2026
Lokasi: Surabaya