Kampus Surabaya Raih Akreditasi Internasional, Komitmen Tingkatkan Standar Pendidikan Berkualitas Dunia
SURABAYA – Dalam sebuah momentum bersejarah bagi institusi pendidikan tinggi di Jawa Timur, Kampus Surabaya resmi meraih status akreditasi internasional dari badan akreditasi terkemuka dunia pada Jumat, 13 April 2026. Pencapaian prestisius ini menandai babak baru dalam perjalanan peningkatan mutu akademik dan operasional lembaga yang telah berdiri sejak 1998 tersebut.
Sertifikasi yang diterima langsung dari Accreditation Board for Engineering and Technology (ABET) dan Quality Assurance Agency (QAA) ini merupakan hasil dari kerja keras berkelanjutan selama empat tahun. Kampus Surabaya, yang berlokasi strategis di pusat kota Surabaya, kini bergabung dengan segelintir perguruan tinggi di Indonesia yang telah memenuhi standar akreditasi internasional. Prestasi ini memperkuat posisi kampus sebagai salah satu institusi pendidikan terdepan di kawasan Indonesia Timur.
Perjalanan Panjang Menuju Akreditasi Internasional
Keputusan untuk mengajukan akreditasi internasional dimulai dari visi strategis pimpinan kampus pada tahun 2022. Saat itu, Kampus Surabaya telah memiliki akreditasi nasional dengan peringkat A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), namun manajemen kampus menyadari pentingnya pengakuan global untuk meningkatkan daya saing lulusannya di pasar kerja internasional.
“Kami percaya bahwa akreditasi internasional bukan sekadar penghargaan, melainkan tanggungjawab untuk memberikan yang terbaik kepada mahasiswa dan masyarakat,” ungkap Prof. Dr. Bambang Sutrisno, M.Si., Rektor Kampus Surabaya, dalam konferensi pers di Aula Utama Kampus Surabaya.
Proses akreditasi internasional yang ditempuh Kampus Surabaya melibatkan evaluasi menyeluruh terhadap berbagai aspek institusi. Tim asesor internasional mengunjungi kampus selama tiga hari pada bulan Oktober 2025 untuk melakukan inspeksi langsung terhadap fasilitas, laboratorium, perpustakaan, dan infrastruktur pendukung lainnya. Mereka juga melakukan wawancara mendalam dengan dosen, mahasiswa, alumni, dan pengguna lulusan dari berbagai industri.
Fokus Utama Peningkatan Mutu
Dalam upaya mencapai standar akreditasi internasional, Kampus Surabaya melakukan transformasi komprehensif di lima area strategis. Pertama, pengembangan kurikulum yang diselaraskan dengan standar internasional dan kebutuhan industri 4.0. Kedua, peningkatan kualifikasi akademik dosen melalui program beasiswa lanjut pendidikan ke universitas-universitas ternama dunia.
Ketiga, modernisasi fasilitas dan infrastruktur laboratorium dengan peralatan terkini senilai lebih dari 150 miliar rupiah. Keempat, penguatan sistem manajemen akademik dan administratif yang berbasis teknologi informasi. Kelima, peningkatan keterlibatan mahasiswa dalam penelitian dan publikasi ilmiah tingkat internasional.
Data menunjukkan bahwa sejak 2022, jumlah publikasi dosen Kampus Surabaya di jurnal internasional terindeks Scopus meningkat 320 persen, dari rata-rata 45 artikel per tahun menjadi 189 artikel. Sementara itu, pembiayaan penelitian dari sumber eksternal meningkat dari 8,2 miliar rupiah pada tahun 2022 menjadi 24,5 miliar rupiah pada 2025.
Standar Internasional yang Diterapkan
Dr. Ir. Siti Nurhaliza, M.Eng., Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kualitas Kampus Surabaya, menjelaskan bahwa akreditasi internasional yang diraih meliputi seluruh program studi di tingkat sarjana dan pascasarjana. “Kami menerapkan standar ABET untuk program-program teknik dan QAA untuk program-program sains. Standar ini mengharuskan kami memiliki learning outcomes yang jelas, sistem penjaminan mutu yang ketat, dan evaluasi berkelanjutan,” katanya dalam wawancara eksklusif.
Menurut Wakil Rektor Nurhaliza, penerapan standar internasional bukan hanya menyangkut aspek akademik, tetapi juga meliputi tata kelola, etika, dan tanggung jawab sosial. “Misalnya, kami harus menunjukkan bahwa program studi kami berkontribusi pada pengembangan berkelanjutan dan memiliki mekanisme umpan balik dari stakeholder eksternal,” tambahnya.
Salah satu elemen penting dalam akreditasi internasional adalah student learning outcomes atau hasil pembelajaran mahasiswa yang terukur. Kampus Surabaya telah menetapkan 12 learning outcomes utama yang harus dicapai setiap lulusan, mulai dari penguasaan teknis bidang ilmu hingga kemampuan soft skills seperti komunikasi, kepemimpinan, dan etika profesional.
Respons Positif dari Berbagai Pihak
Pencapaian akreditasi internasional Kampus Surabaya mendapat sambutan hangat dari berbagai kalangan. Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Pendidikan mengapresiasi upaya kampus dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di kota yang dikenal sebagai “Pahlawan Kota” ini.
“Kampus Surabaya telah membuktikan bahwa institusi pendidikan tinggi di Surabaya mampu berkompetisi dengan universitas-universitas terkemuka dunia. Ini adalah kebanggaan bagi kota Surabaya,” ujar H. Bambang Dwi Raharjo, Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, dalam sebuah pernyataan tertulis.
Respons juga datang dari sektor industri dan dunia usaha. PT. Surya Energi Indonesia, salah satu perusahaan besar yang merekrut lulusan Kampus Surabaya, menyatakan komitmennya untuk terus berkolaborasi dengan kampus dalam pengembangan kurikulum dan pelatihan kerja.
“Lulusan Kampus Surabaya yang kami rekrut menunjukkan kompetensi yang baik. Dengan akreditasi internasional ini, kami optimis bahwa mutu lulusan akan terus meningkat dan relevan dengan kebutuhan industri global,” kata Ir. Sugito, Manajer Pengembangan Sumber Daya Manusia PT. Surya Energi Indonesia.
Dampak Bagi Mahasiswa dan Alumni
Akreditasi internasional Kampus Surabaya diharapkan membawa dampak signifikan bagi mahasiswa dan alumni. Pertama, gelar sarjana dan pascasarjana dari Kampus Surabaya akan memiliki pengakuan yang lebih kuat di pasar kerja internasional. Lulusan akan lebih mudah untuk melanjutkan studi di universitas-universitas terkemuka dunia atau mengembangkan karir di perusahaan multinasional.
Kedua, mahasiswa akan memiliki akses yang lebih luas terhadap kesempatan pertukaran pelajar dan program magang internasional. Kampus Surabaya telah menjalin kerjasama dengan lebih dari 80 universitas mitra di 32 negara, dan akreditasi internasional diharapkan memperkuat hubungan tersebut.
Ketiga, peningkatan mutu akan tercermin dalam pengalaman belajar yang lebih baik. Mahasiswa akan mendapatkan pembelajaran dari dosen berkualifikasi tinggi, dengan fasilitas modern, dan dengan fokus pada pengembangan keterampilan praktis yang relevan dengan dunia kerja.
Testimoni dari mahasiswa Kampus Surabaya menunjukkan kepuasan terhadap upaya peningkatan mutu yang telah dilakukan. Rafif Hidayat, mahasiswa tahun ketiga Program Studi Teknik Informatika, mengatakan bahwa ia sudah merasakan perubahan positif dalam pembelajaran. “Dosen-dosen kami lebih interaktif, laboratorium dilengkapi peralatan terbaru, dan kami mendapat kesempatan untuk terlibat dalam penelitian riil. Ini membuat pembelajaran kami lebih bermakna,” katanya.
Sementara itu, Ayu Wijaya, alumni Kampus Surabaya yang kini bekerja di sebuah perusahaan teknologi global di Singapura, mengatakan bahwa gelar dari Kampus Surabaya sangat membantu dalam pengembangan karirnya. “Dengan akreditasi internasional ini, saya yakin bahwa rekan-rekan alumni saya akan memiliki peluang yang lebih besar untuk bersaing di tingkat global,” ujarnya.
Rencana Pengembangan Berkelanjutan
Meraih akreditasi internasional bukanlah akhir dari perjalanan Kampus Surabaya, melainkan awal dari komitmen yang lebih besar untuk terus meningkatkan mutu. Kampus Surabaya telah menetapkan rencana pengembangan lima tahun ke depan dengan fokus pada tiga pilar utama.
Pilar pertama adalah peningkatan penelitian dan inovasi. Kampus menargetkan peningkatan jumlah publikasi internasional menjadi 300 artikel per tahun dan pendirian minimal tiga pusat penelitian unggulan yang diakui secara internasional.
Pilar kedua adalah ekspansi global melalui pendirian kantor satelit atau program pendidikan di luar negeri. Kampus Surabaya telah mengincar pembukaan kantor representasi di Bangkok pada 2027 dan program dual degree dengan universitas-universitas di Eropa pada 2028.
Pilar ketiga adalah peningkatan keterlibatan dalam pengembangan berkelanjutan dan tanggung jawab sosial. Kampus Surabaya berkomitmen untuk meningkatkan kontribusinya pada pembangunan masyarakat lokal dan global, khususnya dalam hal pendidikan berkelanjutan, pengentasan kemiskinan, dan perlindungan lingkungan.
“Akreditasi internasional yang kami raih adalah bukti nyata dari dedikasi seluruh civitas akademika. Namun, kami tidak boleh puas diri. Ke depannya, kami harus terus berinovasi dan meningkatkan standar untuk tetap relevan dalam dinamika pendidikan global yang terus berubah,” pesan Prof. Dr. Bambang Sutrisno dalam penutup konferensi pers.
Penutup
Pencapaian akreditasi internasional oleh Kampus Surabaya pada 13 April 2026 menandai milestone penting dalam sejarah institusi pendidikan tinggi di Jawa Timur. Melalui kerja keras, dedikasi, dan komitmen untuk terus meningkatkan mutu, Kampus Surabaya telah membuktikan bahwa institusi pendidikan Indonesia mampu berkompetisi dengan standar global.
Bagi mahasiswa, alumni, dan stakeholder lainnya, akreditasi internasional ini membawa harapan baru tentang masa depan yang lebih cerah. Kampus Surabaya kini siap untuk memainkan peran yang lebih signifikan dalam menghasilkan lulusan berkualitas tinggi yang mampu berkontribusi tidak hanya pada pembangunan nasional, tetapi juga pada kemajuan dunia.
Dengan penetapan rencana pengembangan yang ambisius namun realistis, Kampus Surabaya berada di jalur yang tepat untuk menjadi universitas kelas dunia yang berbasis di Surabaya, dengan semangat dan nilai-nilai Indonesia yang kuat.