Kampus Surabaya Gelar Seminar Nasional Transformasi Digital, Hadirkan Pembicara Internasional dan Pakar Industri
SURABAYA – Kampus Surabaya, salah satu pusat pendidikan tinggi terkemuka di Jawa Timur, menyelenggarakan Seminar Nasional Transformasi Digital 2026 yang dihadiri lebih dari 800 peserta, terdiri dari mahasiswa, dosen, dan profesional dari berbagai industri. Acara berlangsung selama dua hari penuh, mulai Senin, 6 April 2026, hingga Selasa, 7 April 2026, di Aula Utama Kampus Surabaya, Jalan Raya Tenggilis Mejoyo Nomor 73, Surabaya.
Seminar yang diselenggarakan oleh Rektorat bekerja sama dengan Fakultas Teknik, Fakultas Bisnis, dan Pusat Inovasi Teknologi Kampus Surabaya ini menghadirkan sejumlah pembicara kaliber nasional dan internasional. Para pembicara membagikan wawasan mendalam tentang peran transformasi digital dalam menghadapi tantangan ekonomi global dan menciptakan peluang bagi generasi muda Indonesia.
Tema utama seminar, “Transformasi Digital: Strategi Kompetitif dan Peluang Inovasi di Era Industri 4.0”, menjadi bahasan yang sangat relevan mengingat pesat berkembangnya teknologi dan kebutuhan pasar kerja yang semakin dinamis. Peserta seminar tidak hanya berasal dari lingkungan Kampus Surabaya, tetapi juga dari berbagai perguruan tinggi lain di Surabaya, Sidoarjo, Gresik, dan kota-kota sekitarnya.
Pembicara Kelas Dunia Membagikan Pengalaman dan Strategi
Hari pertama seminar, Senin, 6 April 2026, dibuka dengan sambutan dari Rektor Kampus Surabaya, Prof. Dr. Bambang Widiyanto, M.Sc. Dalam sambutannya, Prof. Bambang menekankan pentingnya literasi digital bagi generasi muda Indonesia.
“Kami sangat bangga menyelenggarakan seminar berskala nasional ini. Transformasi digital bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan fundamental. Setiap mahasiswa harus memahami bahwa era industri 4.0 membutuhkan talenta yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga keterampilan praktis dalam memanfaatkan teknologi,” ungkap Prof. Bambang Widiyanto dalam sambutan pembukaan, Senin pagi, 6 April 2026.
Pembicara utama pada sesi pagi hari pertama adalah Dr. Hendrik Suwanto, seorang pakar transformasi digital dari Universitas Teknologi Singapore yang kini menjadi konsultan untuk berbagai perusahaan Fortune 500. Dr. Hendrik memberikan presentasi bertajuk “Digital Transformation as a Competitive Advantage: Learning from Global Best Practices”.
Dalam paparannya yang berlangsung selama 90 menit, Dr. Hendrik menguraikan studi kasus dari perusahaan-perusahaan besar di Asia Tenggara yang berhasil melakukan transformasi digital dan meningkatkan produktivitas hingga 300 persen. Beliau juga menekankan pentingnya kolaborasi antara akademisi, industri, dan pemerintah dalam menciptakan ekosistem inovasi yang sehat.
“Indonesia memiliki potensi luar biasa sebagai pemimpin teknologi di Asia Tenggara. Namun, hal ini memerlukan investasi berkelanjutan dalam pengembangan sumber daya manusia. Kampus-kampus seperti Kampus Surabaya memiliki peran krusial dalam mempersiapkan talenta muda yang siap menghadapi tantangan global,” jelas Dr. Hendrik Suwanto kepada peserta seminar, seperti dicatat dalam siaran pers resmi Kampus Surabaya.
Sesi berikutnya menghadirkan Ir. Hendra Kusuma, Direktur Utama PT. Sinergi Teknologi Indonesia, sebuah perusahaan yang berspesialisasi dalam solusi digital untuk usaha kecil dan menengah (UKM). Ir. Hendra menyampaikan materi “Digitalisasi UKM: Strategi Akselerasi Pertumbuhan Bisnis Lokal”.
“UKM adalah tulang punggung ekonomi Indonesia. Kami telah membantu lebih dari 5.000 UKM di Jawa Timur untuk go digital. Hasilnya, rata-rata mereka mengalami peningkatan penjualan hingga 150 persen dalam tahun pertama implementasi,” ungkap Ir. Hendra Kusuma dengan antusiasme tinggi.
Webinar Interaktif dan Workshop Praktis
Pada sore hari pertama, Kampus Surabaya menyelenggarakan beberapa webinar paralel yang memungkinkan peserta memilih topik sesuai minat mereka. Topik-topik yang disediakan mencakup Artificial Intelligence dan Machine Learning, Cloud Computing, Cybersecurity, E-Commerce Strategy, dan Digital Marketing.
Webinar tentang Artificial Intelligence dan Machine Learning dipandu oleh Dr. Rini Handayani, seorang peneliti AI dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Dr. Rini menjelaskan aplikasi praktis AI dalam berbagai bidang, mulai dari kesehatan, pertanian, hingga manufaktur.
“Artificial Intelligence bukan sekadar buzzword. Teknologi ini sudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari kita, dari rekomendasi produk di e-commerce hingga diagnosis penyakit di rumah sakit. Tantangan kita adalah bagaimana memastikan teknologi ini dikembangkan secara etis dan inklusif,” jelas Dr. Rini Handayani.
Sementara itu, webinar tentang Cybersecurity dipimpin oleh Budi Santoso, Chief Information Security Officer (CISO) dari salah satu bank terbesar di Indonesia. Budi membagikan pengalaman menangani serangan siber dan pentingnya kesadaran keamanan digital di era modern.
“Setiap hari, organisasi menghadapi ribuan serangan siber. Keamanan digital bukan hanya tanggung jawab tim IT, tetapi seluruh organisasi. Dari level pimpinan hingga karyawan biasa, semua harus memahami pentingnya praktik keamanan digital yang baik,” ujar Budi Santoso.
Hari kedua seminar, Selasa, 7 April 2026, difokuskan pada workshop praktis dan kuliah umum. Peserta dapat mengikuti workshop hands-on tentang pemrograman Python, pengembangan aplikasi mobile, analisis data menggunakan tools populer seperti Tableau dan Power BI, serta praktik e-commerce.
Workshop Python dipandu oleh Agus Setiawan, seorang software engineer dengan pengalaman 15 tahun di industri teknologi. Agus mengajarkan peserta tentang dasar-dasar Python dan aplikasinya dalam data science.
“Python adalah bahasa pemrograman yang paling banyak digunakan dalam data science. Menguasai Python akan membuka banyak peluang karir di era digital ini,” kata Agus Setiawan sambil mendemonstrasikan beberapa code di layar proyektor.
Kuliah Umum: Membangun Mindset Entrepreneur Digital
Puncak acara adalah kuliah umum yang diselenggarakan pada Selasa, 7 April 2026, sore hari. Pembicara kuliah umum adalah Dina Wijaya, seorang entrepreneur sukses yang telah membangun tiga startup unicorn di Indonesia. Dina berbagi pengalamannya tentang cara membangun bisnis digital dari nol hingga menjadi pemain global.
“Ketika saya memulai startup pertama, internet di Indonesia masih sangat lambat. Namun, saya percaya pada visi untuk membawa perubahan. Sekarang, salah satu startup saya telah melayani jutaan pengguna di seluruh Asia Tenggara,” cerita Dina Wijaya dengan menampilkan berbagai foto perjalanan bisnisnya.
Dina juga memberikan saran konkret kepada mahasiswa yang ingin terjun ke dunia startup. “Jangan takut gagal. Setiap kegagalan adalah pelajaran berharga. Yang penting adalah konsistensi, inovasi, dan keberanian untuk mengambil risiko yang terkalkulasi,” tutur Dina Wijaya.
Kuliah umum berlangsung dengan interaktif. Peserta antusias mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada Dina, mulai dari bagaimana mendapatkan pendanaan hingga strategi merekrut talenta terbaik.
Respons Positif dari Mahasiswa dan Akademisi
Respons peserta seminar sangat positif. Ratusan mahasiswa dari Kampus Surabaya mengungkapkan rasa puas terhadap penyelenggaraan acara ini.
Siti Nur Azizah, seorang mahasiswa semester 6 Fakultas Teknik Kampus Surabaya, mengatakan, “Seminar ini sangat inspiratif. Saya mendapatkan banyak pengetahuan baru tentang transformasi digital dan merasa termotivasi untuk mendalami AI dan machine learning lebih lanjut. Semoga Kampus Surabaya terus menyelenggarakan acara seperti ini.”
Tidak hanya mahasiswa, dosen Kampus Surabaya juga memberikan apresiasi tinggi. Dr. Muhammad Rizki, Dekan Fakultas Bisnis Kampus Surabaya, mengatakan, “Seminar ini adalah sinergi sempurna antara akademisi dan industri. Kami dapat mengumpulkan insight dari praktisi terbaik dan membawanya ke dalam pembelajaran di kelas. Ini akan sangat bermanfaat untuk mempersiapkan mahasiswa kami menjadi profesional yang relevan dengan kebutuhan pasar.”
Dampak Jangka Panjang untuk Ekosistem Akademik
Penyelenggaraan Seminar Nasional Transformasi Digital 2026 diharapkan memberikan dampak jangka panjang bagi ekosistem akademik Kampus Surabaya dan Jawa Timur secara umum. Kampus telah berkomitmen untuk menyelenggarakan acara serupa secara berkala dan memperluas jangkauan ke industri-industri lain.
Menurut Prof. Dr. Bambang Widiyanto, langkah selanjutnya adalah membentuk pusat inovasi digital yang melibatkan kolaborasi dengan perusahaan-perusahaan teknologi terkemuka. “Kami sedang mengembangkan Innovation Hub yang akan menjadi inkubator bagi startup mahasiswa dan penelitian-penelitian inovatif. Kami harapkan pada tahun 2027, minimal ada 20 startup yang lahir dari kampus kami,” tambah Prof. Bambang.
Selain itu, Kampus Surabaya juga berencana mengintegrasikan lebih banyak konten tentang transformasi digital ke dalam kurikulum. Beberapa program studi akan meluncurkan minor atau sertifikasi tambahan dalam Digital Transformation.
Kesuksesan Penyelenggaraan dan Apresiasi Kepada Stakeholder
Penyelenggaraan seminar yang sukses ini tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Kampus Surabaya mengucapkan terima kasih kepada semua sponsor, pembicara, peserta, dan tim panitia yang telah bekerja keras mewujudkan acara ini.
Kepala Pusat Inovasi Teknologi Kampus Surabaya, Dr. Tri Cahyo Kusuma, menyatakan, “Kami sangat terima kasih atas kepercayaan dan dukungan dari semua pihak. Seminar ini baru permulaan dari serangkaian kegiatan yang akan kami selenggarakan untuk memperkuat posisi Kampus Surabaya sebagai pusat inovasi dan transformasi digital di kawasan Jawa Timur.”
Penutup
Seminar Nasional Transformasi Digital 2026 yang diselenggarakan oleh Kampus Surabaya pada 6-7 April 2026 telah berhasil menciptakan platform pembelajaran yang berharga bagi ratusan peserta. Melalui kombinasi seminar, webinar, workshop, dan kuliah umum, acara ini memberikan wawasan komprehensif tentang landscape transformasi digital Indonesia dan peluang karir di era Industri 4.0.
Dengan menghadirkan pembicara berkaliber nasional dan internasional, Kampus Surabaya telah membuktikan komitmennya terhadap pengembangan pendidikan berkualitas yang relevan dengan dinamika pasar kerja global. Momentum ini diharapkan menjadi katalis bagi mahasiswa dan akademisi untuk terus berinovasi dan berkontribusi pada transformasi digital Indonesia ke depan.
—
WORD COUNT: 1.847 kata